New Times requires new ways of dealing with increasing amounts of information, and new ways of transforming information into knowledge. Teachers necessarily play a key role in these processes. The promise of new times for learners is that technology may provide new pathways for successful learning.

  Welcome to my site - Sitti Maesuri Patahuddin  

Sunday, October 22, 2006

Masa Kecil kita memang berbeda

Tadi, saya punya kesempatan buka blog yang dibikin oleh Fika 'All about Fika'
Saya cukup excited. Bagi seorang Ibu seperti saya yang masa kecilnya hanya bermain dengan tanah, pasir, dedaunan kering, berenang di sungai yang kotor pada setiap pagi dan sore. dll. Dengan situasi ini saya tidak pernah mengingat diri saya ketika sekecil Fika membaca buku apalagi menulis. Pekerjaan menulis adalah pekerjaan yang amat sulit dan asing bagi saya hingga saya di perguruan tinggi.

Sekarang saya semakin sadar, bahwa ternyata anak-anak kecil pun bisa menulis, bahkan tulisan mereka lebih murni, lebih jujur, dan lebih bebas. Apa yang dipikirkannya, dituliskannya.

Blog 'All about Fika' adalah salah satu contoh karya anak usia 7 tahun di mana dia berkreasi sendiri. Biasanya dia banyak menulis di kertas, kadang-kadang nulis dg MsWord, Power point, One Note, dll. Padahal Fika baru mengenal bahasa Inggris sekitar setahun yang lalu. Tulisan pertamanya dalam bahasa Inggris dapat dilihat dari posting pertama di 'tulisan anakku'.

Eh, kali karena dia kadang membaca blog Ibunya, trus tertarik juga untuk Ngeblog ya?

Point penting yg ingin saya sampaikan, mari kita berikan kesempatan buat anak-anak kita untuk berkreasi. Dahulu, saya berhipotesis bahwa anak-anak kecil punya potensi yg luar biasa, sekarang saya sudah semakin yakin bahwa anak-anak sangat potensial setelah banyak mengamati anak sekolah dasar di Brisbane, mengamati anak-anak teman saya, dan anak-anak saya sendiri.

Kadang-kadang, saya tidak sanggup menahan air mata ketika saya mengamati anak-anak sekolah di Brisbane yang dipenuhi dengan fasilitas belajar yang luar biasa dan bersamaan dengan itu mengingat kondisi anak-anak Indonesia yang jauh terkebelakang.
Ya Allah, hati saya menjerit.
Semoga Allah selalu memalingkan kami untuk peduli pada pendidikan anak-anak bangsa kami.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home