CATATAN PENELITIAN BAGI GURU: Topik Pecahan (Part I)
Beberapa pertanyaan penting yang perlu dicermati oleh setiap pengajar, antara lain: (1) mengapa pengajaran pecahan perlu dibenahi dan perlu menanamkan konsep pecahan? (2) mengapa materi pecahan sering sulit dipahami oleh siswa?
Beberapa alasan tidak memperhatikan pemahaman konsep pecahan yang biasa muncul oleh pihak guru adalah kurangnya waktu untuk mengajarkan matematika dan adanya target ujian nasional. Berdasarkan pengalaman dan informasi dari beberapa guru, bahwa banyak siswa SD kelas IV, siswa SMP, bahkan siswa SMA yang tidak memahami pecahan dan kesulitan menyelesaikan soal-soal pecahan, meskipun pecahan dipelajari siswa di SD sejak Kelas III hingga Kelas VI.
Bagaimana pandangan para pakar tentang pengajaran Pecahan?
Pada bagin berikut, dikemukakan pandangan salah seorang pakar pendidikan matematika Van De Walle (1990: 195), yang menjelaskan bahaya dari pengajaran aturan-aturan/rumus-rumus tanpa membantu siswa memahami konsepnya.
Van de Walle menjelaskan bahwa dalam jangka waktu singkat, aturan-aturan pada perhitungan pecahan relatif sederhana dalam mengajarkannya. Para siswa bisa cukup cekatan dalam menyamakan penyebut dari dua pecahan yang berbeda dalam proses penjumlahan atau pengurangan pecahan.
Mengalikan pecahan adalah suatu prosedur yang sangat mudah, sehingga sangat masuk akal jika perkalian pecahan dapat diajarkan pada bagian awal pengajaran pecahan, karena ini hanya mensyaratkan kemampuan perkalian dua bilangan, yang telah dipelajari siswa sebelumnya.
Pembagian pecahan yang hanya melibatkan mencari kebalikan pecahan yang kedua selanjutnya mengalikannya dengan pecahan yang pertama, juga adalah hal yang tampak mudah. Aturan-aturan pecahan dapat dengan mudah menjadi fokus pengajaran yang mungkin membawa kita pada perasaan “palsu” telah menyelesaikan pengajaran pecahan, apalagi jika sudah diakhiri dengan ulangan yang dapat dijawab oleh banyak siswa. Istilah yang umum dipakai di sekolah adalah “sudah tuntas”. Namun demikian, benarkah bahwa siswa telah tuntas dan paham dengan pecahan tersebut? Benarkah jika siswa diberi soal pecahan yang berbeda dari soal yang biasa mereka temui, siswa akan mampu menjawabnya?
Menurut Van De Walle, memfokuskan perhatian kita pada aturan-aturan pecahan dan menemukan jawaban, sesungguhnya berbahaya dalam dua hal.
Pertama, tak ada dari aturan tersebut yang membantu siswa berfikir tentang arti operasi atau mengapa mereka harus melakukan prosedur tersebut. Siswa yang berlatih soal-soal dengan menggunakan aturan-aturan tersebut mungkin akan bisa mengerjakan dengan cukup baik.
Kedua, penguasaan oleh siswa yang demikian dapat dengan mudah atau cepat hilang. Setelah dalam waktu tertentu, mereka mungkin bingung dengan aturan-aturan itu. Misalnya mereka ragu: Apakah saya perlu menyamakan penyebutnya atau cukup jumlahkan saja bilangan yang ada di bawah garis? Apakah pada perkalian, pecahan yang pertama yang harus dibalik atau pecahan yang kedua?

0 Comments:
Post a Comment
<< Home